Wisata Regeneratif: Memilih Perjalanan yang Memberi Dampak Positif pada Komunitas Lokal di Thailand.

Wisata Regeneratif: Memilih Perjalanan yang Memberi Dampak Positif pada Komunitas Lokal di Thailand.

Tren pariwisata di Thailand semakin bergeser dari model massal menuju “wisata regeneratif”, di mana wisatawan secara sadar memilih perjalanan yang tidak hanya minim dampak negatif, tetapi juga secara aktif memberi dampak positif pada lingkungan dan komunitas lokal. Ini adalah evolusi dari ekowisata dan pariwisata berkelanjutan.

Wisatawan regeneratif ingin merasakan budaya otentik, mendukung ekonomi lokal, dan berkontribusi pada upaya konservasi. Mereka memilih akomodasi yang dimiliki penduduk lokal, makan di restoran kecil, membeli kerajinan tangan dari pengrajin, dan berpartisipasi dalam program konservasi atau pendidikan komunitas.

Di Thailand, ini berarti memilih homestay di desa-desa adat, membantu membersihkan pantai, menanam terumbu karang, atau belajar memasak masakan tradisional langsung dari penduduk setempat. Pengalaman ini jauh lebih mendalam dan bermakna dibandingkan liburan konvensional.

Banyak operator tur lokal telah merespons tren ini dengan menawarkan paket yang dirancang khusus untuk wisata regeneratif, memastikan bahwa sebagian besar pendapatan kembali ke komunitas. Sertifikasi dan standar tertentu juga dikembangkan untuk membantu wisatawan mengidentifikasi opsi yang benar-benar regeneratif.

Secara keseluruhan, wisata regeneratif di Thailand adalah tentang meninggalkan tempat yang dikunjungi dalam kondisi yang lebih baik daripada saat ditemukan. Ini adalah paradigma baru yang mengubah peran wisatawan dari konsumen menjadi kontributor aktif dalam pelestarian budaya dan lingkungan.